Siapakah Perekam dan Penyebar Video UAS

Ini adalah kesekian kali ceramah seorang ustadz terkenal menjadi viral dan mengundang banyak perdebatan di kalangan rakyat negara berflower ini.

Saya jadi berfikir. Sebaiknya setiap masjid membuat peraturan baru yaitu "melarang pengambilan video apapun didalam masjid".

Sebenarnya pengambilan video itu jika diniatkan untuk kebaikan tidaklah masalah. Tapi di zaman now dimana setiap orang berlomba-lomba membuat konten you tube, mereka seolah tidak perduli apakah yang direkam dan diapload kemudian tersebar itu merugikan orang tertentu atau orang banyak bahkan mengusik persatuan dan kesatuan negri ini. Lagi-lagi berbalik kepada akhlak. Disinilah pentingnya belajar akhlak dulu baru kemudian ilmu.

Begitu banyak suku bangsa dan agama di negara +62 ini. Jelas memiliki berbagai sudut pandang dan pemikiran. Jika menurut pengikut beliau apa yang diucapkan beliau bukanlah masalah, hanya sebuah penjelasan secara gamblang dan mudah dimengerti, tidak menurut orang-orang luar yang bukan pengikut atau golongan kontra dengan beliau. Mereka melihat apa yang dikatakan beliau adalah penghinaan yang membuat mereka tersinggung, terusik dan sebagainya.

Ditambah oleh banyaknya pendapat para publik figure yang pro dan kontra terlepas apapun agama mereka. Setiap mereka punya pengikut. Para pengikut otomatis mengikuti jejak pemikiran sang tokoh. Mereka dengan argumen masing-masing saling merasa benar lalu yang tidak sependapat merasa panas karena tidak sesuai pemikiran.

Jangan panasan dech! Sekarang tugas kita adalah memposisikan diri ditengah mereka yang sedang panas. Mampukah kita membawa suasana yang "agak" panas ini menjadi adem dan tentram seperti dibelahan lain Indonesia yang berpenduduk rukun, seperti Bali misalnya?😃.

Baiklah, Jadi disini bisa diambil benang merahnya ya kan? Yang patut jadi pertanyaan adalah Siapakah yang merekam dan menyebar luaskan video tanya jawab Ustadz Abdul Somad disebuah masjid itu. Apakah maksud dia mengapload video itu. Apakah dia terlalu awam sehingga tidak tahu bahwa jika video tersebut tersebar dapat menimbulkan fitnah dan perdebatan dikalangan masyarakat, bahkan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Natayya Shamila
22 Agustus 2019

Komentar